Jumat, 12 Desember 2014

Cerpen :D


DEJA VU

Aulia R

Apa yang kamu pikirkan jika kamu mendapatkan satu hal yang tak pernah kau bayangkan? Jika itu baik, pasti kamu senang bukan? Tetapi, jika hal itu tak pernah kau bayangkan dan tak pernah kau pikirkan, bingung bukan ? Apalagi hal itu mengenai sesuatu yang  belum terjadi. Nah, hal itu pernah terjadi kepadaku di saat aku menginjak sekolah dasar.
Hari itu, kulihat anak perempuan duduk di sebuah kursi busa. Ia mengenakan pakaian batik hijau tua sambil memandang ke arah jendela besar  dan tua yang tampaknya buatan Belanda. Ia menerawang jauh ke luar. Tampak satu hal yang ia pikirkan. Pikiran yang tak bisa ku baca saat melihat wajahnya itu. Saat aku ingin menanyakan kepadanya tentang siapa dirinya seketika pemandangan itu kabur dan menghitam.
Ternyata pemandangan tadi hanyalah sebuah mimpi semata. Mimpi yang sebagian orang anggap adalah hal sepele dan tidak perlu dipermasalahkan. Aku pun hanya menganggapnya sebuah imajinasi belaka. Menurutku,aku hanya kelelahan sebelum aku tertidur pulas dan jatuh tertidur sehingga terjadi mimpi yang aneh itu.
Setelah hari dimana aku bertemu dengan anak perempuan di mimpi itu, aku sibuk dengan segala kegiatanku di sekolah dan mengikuti bimbingan belajar karena aku akan mengikuti ujian akhir sekolah yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Ujian pun berlalu dan waktu pengumuman kelulusan pun datang. Ayah ku datang ke sekolahku. Sebelumnya beliau bertanya kepadaku kemana aku akan melanjutkan ke sekolah menengah pertama jika nilainya memuaskan dan aku pun hanya menjawab bahwa aku hanya ingin di salah satu SMP yang tidak terlalu berat beban mental dan otak agar aku bisa menikmati masa SMP ku.
Hal yang tak terduga pun datang . Aku mendapatkan nilai yang tak pernah aku kira bahkan tak berani aku mimpikan karena saat sebelum aku mengerjakan ujian akhir, aku hanya ingin nilai yang aku dapatkan bisa mencukupi untuk masuk ke SMP Negeri yang aku inginkan. Setelah mengetahui nilaiku yang cukup bagus, orang tuaku terutama ibu ku membujukku agar aku mau mendaftarkan diri ke SMP negeri yang lebih tinggi dibandingkan sekolah yang aku inginkan. Alasan beliau hanya karena eman-eman dengan nilaiku itu jika tidak diperjuangkan di sekolah yang ibuku sarankan. Akhirnya, aku menyetujuinya dengan syarat pada pilihan yang kedua aku ingin ke sekolah yang aku cita-citakan.
Dugaan orang tuaku tentang diterimanya aku di sekolah itu benar. Aku pun akhirnya bersekolah di sana. Banyak hal yang aku dapatkan saat menimba ilmu di sana. Mendapatka sahabat, kawan baru, dan pengalaman baru yang belum pernah ku alami di saat aku bersekolah di sekolah dasar.Aku menikmati masa SMP ku saat itu sebelum sesuatu hal terjadi padaku.
Hari itu aku menunggu di kelasku saat jam pulang sekolah. Tetapi saat itu hari Jumat sehingga pintu gerbang ditutup sebelum shalat Jumat selesai. Jadi, aku memutuskan menunggu di ruang kelasku sebelum pintu gerbang sekolahku dibuka. Aku dan temanku bercerita panjang lebar mengenai hal apapun yang berkaitan tentang sekolah kami. Aku duduk di kursi guru yang cukup empuk itu. Hehehe mumpung tidak ada guru. Tetapi saat aku duduk di  kursi itu mendadak ada sebuah sensasi yang tak pernah ku rasakan. Aku merasakan perasaan yang amat sangat luar biasa aneh dan belum pernah kurasa. Perasaan itu seolah olah memaksaku untuk mengingatkanku pada satu hal. Imajinasi yang pernah ditampilkan pada mimpiku.
Serentak pikiranku mendadak terkejut sekaligus kagum. Ternyata anak perempuan itu adalah aku. Aku yang duduk di kursi ini yang berpakaian mirip dengan anak itu. Satu hal yang dapat kuucap : DEJA VU