DEJA VU
Aulia R
Aulia R
Apa yang kamu
pikirkan jika kamu mendapatkan satu hal yang tak pernah kau bayangkan? Jika itu
baik, pasti kamu senang bukan? Tetapi, jika hal itu tak pernah kau bayangkan
dan tak pernah kau pikirkan, bingung bukan ? Apalagi hal itu mengenai sesuatu
yang belum terjadi. Nah, hal itu pernah
terjadi kepadaku di saat aku menginjak sekolah dasar.
Hari itu,
kulihat anak perempuan duduk di sebuah kursi busa. Ia mengenakan pakaian batik
hijau tua sambil memandang ke arah jendela besar dan tua yang tampaknya buatan Belanda. Ia
menerawang jauh ke luar. Tampak satu hal yang ia pikirkan. Pikiran yang tak
bisa ku baca saat melihat wajahnya itu. Saat aku ingin menanyakan kepadanya tentang
siapa dirinya seketika pemandangan itu kabur dan menghitam.
Ternyata
pemandangan tadi hanyalah sebuah mimpi semata. Mimpi yang sebagian orang anggap
adalah hal sepele dan tidak perlu dipermasalahkan. Aku pun hanya menganggapnya
sebuah imajinasi belaka. Menurutku,aku hanya kelelahan sebelum aku tertidur
pulas dan jatuh tertidur sehingga terjadi mimpi yang aneh itu.
Setelah hari
dimana aku bertemu dengan anak perempuan di mimpi itu, aku sibuk dengan segala
kegiatanku di sekolah dan mengikuti bimbingan belajar karena aku akan mengikuti
ujian akhir sekolah yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Ujian pun
berlalu dan waktu pengumuman kelulusan pun datang. Ayah ku datang ke sekolahku.
Sebelumnya beliau bertanya kepadaku kemana aku akan melanjutkan ke sekolah
menengah pertama jika nilainya memuaskan dan aku pun hanya menjawab bahwa aku
hanya ingin di salah satu SMP yang tidak terlalu berat beban mental dan otak
agar aku bisa menikmati masa SMP ku.
Hal yang tak
terduga pun datang . Aku mendapatkan nilai yang tak pernah aku kira bahkan tak
berani aku mimpikan karena saat sebelum aku mengerjakan ujian akhir, aku hanya
ingin nilai yang aku dapatkan bisa mencukupi untuk masuk ke SMP Negeri yang aku
inginkan. Setelah mengetahui nilaiku yang cukup bagus, orang tuaku terutama ibu
ku membujukku agar aku mau mendaftarkan diri ke SMP negeri yang lebih tinggi
dibandingkan sekolah yang aku inginkan. Alasan beliau hanya karena eman-eman
dengan nilaiku itu jika tidak diperjuangkan di sekolah yang ibuku sarankan.
Akhirnya, aku menyetujuinya dengan syarat pada pilihan yang kedua aku ingin ke
sekolah yang aku cita-citakan.
Dugaan orang
tuaku tentang diterimanya aku di sekolah itu benar. Aku pun akhirnya bersekolah
di sana. Banyak hal yang aku dapatkan saat menimba ilmu di sana. Mendapatka
sahabat, kawan baru, dan pengalaman baru yang belum pernah ku alami di saat aku
bersekolah di sekolah dasar.Aku menikmati masa SMP ku saat itu sebelum sesuatu
hal terjadi padaku.
Hari itu aku
menunggu di kelasku saat jam pulang sekolah. Tetapi saat itu hari Jumat
sehingga pintu gerbang ditutup sebelum shalat Jumat selesai. Jadi, aku
memutuskan menunggu di ruang kelasku sebelum pintu gerbang sekolahku dibuka. Aku
dan temanku bercerita panjang lebar mengenai hal apapun yang berkaitan tentang
sekolah kami. Aku duduk di kursi guru yang cukup empuk itu. Hehehe mumpung
tidak ada guru. Tetapi saat aku duduk di kursi itu mendadak ada sebuah sensasi yang tak
pernah ku rasakan. Aku merasakan perasaan yang amat sangat luar biasa aneh dan
belum pernah kurasa. Perasaan itu seolah olah memaksaku untuk mengingatkanku
pada satu hal. Imajinasi yang pernah ditampilkan pada mimpiku.
Serentak
pikiranku mendadak terkejut sekaligus kagum. Ternyata anak perempuan itu adalah
aku. Aku yang duduk di kursi ini yang berpakaian mirip dengan anak itu. Satu
hal yang dapat kuucap : DEJA VU